Bayu Hendak Belajar Marawis Saat Terjadi Bentrokan

Priok Berdarah

Bayu Hendak Belajar Marawis Saat Terjadi Bentrokan

- detikNews
Sabtu, 17 Apr 2010 18:01 WIB
Bayu Hendak Belajar Marawis Saat Terjadi Bentrokan
Jakarta - Bayu Listianto (14), salah seorang warga yang menjadi korban tragedi 'Tanjung Priok Berdarah' Rabu (14/4) lalu, masih terbaring lemas di rumah sakit Koja, Jakarta Utara. Bayu direncanakan akan pulang dalam dua minggu ke depan.

"Menurut dokter, anak saya sudah bisa pulang dalam dua minggu ke depan," ujar Ayah Bayu Listianto, Sulis (45) di rumah sakit Koja, Jakarta Utara, Sabtu (17/4/2010).

Menurut Sulis, anaknya berada di makam Mbah Priok untuk melaksanakan pelatihan marawis seperti biasa bersama teman-temannya yang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat bentrokan pecah antara Satpol PP dengan warga, anak saya terjebak di komplek makam. Dia mengalami luka di pelipis, dada, perut, punggung, dan hampir di sekujur tubuhnya. Tulang hidungnya retak setelah dipukul," jelasnya.

Saat kejadian tersebut, Sulis menyaksikan anaknya ikut menjadi korban lewat stasiun televisi dari rumahnya di  Kampung Bendungan Melayu No 75 RT 02/RW 02, Rawa Badak Selatan. "Saya langsung ke rumah sakit saat lihat di televisi ditayangkan anak saya diturunkan dari ambulans," katanya.

Sulis melanjutkan, selain menderita sakit fisik, Bayu juga mengalami trauma secara psikis. "Kalau tiap bangun, Bayu akan berontak dan berusaha mencabut selang infus yang ada di tangannya," terangnya.

Sulis mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa anaknya. Dia berharap anaknya bisa cepat sembuh total. "Semoga tidak ada kejadian sperti ini lagi," pungkasnya.

(fiq/mad)


Berita Terkait