"Menurut dokter, anak saya sudah bisa pulang dalam dua minggu ke depan," ujar Ayah Bayu Listianto, Sulis (45) di rumah sakit Koja, Jakarta Utara, Sabtu (17/4/2010).
Menurut Sulis, anaknya berada di makam Mbah Priok untuk melaksanakan pelatihan marawis seperti biasa bersama teman-temannya yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian tersebut, Sulis menyaksikan anaknya ikut menjadi korban lewat stasiun televisi dari rumahnya di Kampung Bendungan Melayu No 75 RT 02/RW 02, Rawa Badak Selatan. "Saya langsung ke rumah sakit saat lihat di televisi ditayangkan anak saya diturunkan dari ambulans," katanya.
Sulis melanjutkan, selain menderita sakit fisik, Bayu juga mengalami trauma secara psikis. "Kalau tiap bangun, Bayu akan berontak dan berusaha mencabut selang infus yang ada di tangannya," terangnya.
Sulis mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa anaknya. Dia berharap anaknya bisa cepat sembuh total. "Semoga tidak ada kejadian sperti ini lagi," pungkasnya.
(fiq/mad)











































