"Jam 05.00 WIB (Rabu 14 April) kita melakukan apel, karena kita dapat infomasi dari Intel Kodim kalau situasi kondusif di area makam," kata Kepala Satpol PP nonaktif Harianto Badjoeri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Hal berbeda justru terjadi di lapangan. Pantauan detikcom, 14 April lalu sekitar pukul 06.00 WIB, ratusan massa dengan balok, parang, garpu besar dan samurai sedang berkumpul di dalam area makam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlahan maju tapi kita dihadang di depan gapura. Banyak anggota Satpol PP yang luka-luka karena sabetan senjata tajam seperti celurit, samurai dan lain-lain. Anggota luka-luka, ada yang perut robek, tangan nyaris putus. Saat itu korban dari Satpol PP mencapai 29 orang, padahal belum ada jam 09.00 WIB," kisah dia.
(her/lrn)











































