Pantauan detikcom, Jumat (16/4/2010) pukul 15.45 WIB, tampak dua orang bule yang membawa tas kerja bertuliskan TU Delft, keluar dari kantor Dekan STEI ITB Prof Dr Ir Adang Suwandi Ahmad. Menurut Adang, pertemuan itu tidak terkait plagiarisme tapi justru kerjasama pertukaran mahasiswa pascasarjana.
Meski demikian, memang ada kekhawatiran kasus plagiarisme doktor ITB, mempengaruhi nama baik Kampus Ganesha di mata TU Delft. Sebab, kerjasama ITB dan TU Delft bisa dijalin karena adanya kepercayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adang, terendusnya plagiarisme ini salah satunya dari keluhan sang penulis makalah asli, Siyka Zlatanova, kepada ITB. Siyka mengatakan, makalahnya digunakan Dr Mochammad Zuliansyah dalam konferensi IEEE di China.
Adang berharap kasus ini tidak menurunkan kepercayaan TU Delft dan jaringannya di seluruh dunia. "Istilahnya ini, seperti kita membangun rumah pasir di pantai lalu ada anak nakal menghancurkannya. Semoga ini jadi pembelajaran," pungkasnya.
(fay/lrn)











































