Hal ini diungkapkan Dekan Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika ITB Prof Dr Ir Adang Suwandi Ahmad. Menurut Adang, tema disertasi Zuliansyah sama dengan makalahnya yang kemudian dinyatakan plagiat oleh IEEE.
Judul disertasi Zuliansyah adalah 'Model Topologi Geometri Spatial 3 Dimensi. Sedangkan makalah yang dipublikasikan dalam konferensi IEEE adalah '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi Kehormatan STEI ITB sudah melakukan investigasi sejak akhir tahun lalu sebelum kasus plagiarisme ini ramai di media. STEI ITB bahkan sudah berkomunikasi dengan penulis makalah asli, ilmuwan Austria bernama Siyka Zlatanova.
"Rapat sore ini juga akan membahas sikap untuk tiga pembimbing Zuliansyah. Saat ini mereka masih mengajar dan membimbing hingga saat ini," pungkas Adang.
Sebelumnya, Rektor ITB Prof Dr Ir Akhmaloka mengatakan pencabutan gelar doktor bisa saja terjadi. Namun komisi kehormatan harus benar-benar memastikan, apakah ditemukan plagiarisme atau tidak.
"Untuk mencabut gelar doktor tersebut, ITB harus mengetahui pasti ada atau tidak kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan," papar Akhmaloka.
(fay/nrl)











































