Hakim Distrik AS J. Daniel Breen menjatuhkan vonis penjara 10 tahun untuk Schlesselman asal West Helena, Arkansas itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (16/4/2010).
Sebelumnya dalam persidangan Januari lalu, Schlesselman mengaku bersalah atas plot berskala luas yang menargetkan warga AS berkulit hitam. Pria berumur 19 tahun itu mengaku telah merencanakan untuk membunuh sekitar 88 orang dan memenggal 14 warga Afrika-Amerika sebelum tindakan final membunuh Obama. Ketika itu Obama masih berjuang untuk menjadi presiden AS berkulit hitam pertama.
Rekan Schlesselman, Daniel Cowart, juga telah mengaku bersalah atas plot pembunuhan tersebut. Pria berumur 21 tahun itu masih menunggu vonis hukuman untuknya.
Otoritas AS menyebut kedua pria muda itu sebagai penganut supremasi kulit putih. Mereka ditangkap pada Oktober 2008 lalu. Cowart telah membeli sebuah senapan dan menyimpan dua pistol yang keduanya dicuri dari kakeknya. Schlesselman juga telah mendapatkan senjata api yang diambil dari ayahnya tanpa izin.
(ita/ita)











































