Perlu Gerakan Moral di Kampus Agar Plagiarisme Tak Terulang

Plagiarisme Doktor ITB

Perlu Gerakan Moral di Kampus Agar Plagiarisme Tak Terulang

- detikNews
Jumat, 16 Apr 2010 10:19 WIB
Perlu Gerakan Moral di Kampus Agar Plagiarisme Tak Terulang
Jakarta -
Mantan Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi ikut prihatin atas terungkapnya praktek plagiarisme yang dilakukan doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sofian menengarai praktek plagiarisme subur karena menjadi dasar kenaikan pangkat.

"Karena ini didorong oleh semangat publish yang menjadi dasar kenaikan pangkat, sehingga orang menempuh segala cara untuk menerbitkan karya ilmiah tanpa memperhatikan pertimbangan moral," kata Sofian dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (16/4/2010).

Karena itu, Sofian mengusulkan perlu ada gerakan moral di kampus untuk menghindari kejadian serupa terulang. "Karena ini tindakan amoral. Sampai kapan pun ini dosa besar," nilai mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kasus plagiarisme Dr Mochamad Zuliansyah ini, guru besar ilmu administrasi negara UGM ini melihat tidak tertutup kemungkinan ada kelalaian yang dilakukan para pembimbing Zuliansyah. Ada kemungkinan ketiga pembimbingnya terlalu percaya kepada mahasiswa bimbingannya sehinga alpa dalam melakukan cek.Β 

"Itu reviewernya tidak mengecek lagi. Makanya sebetulnya reviewer jangan teman sekampus supaya bisa teliti," sarannya.

Zuliansyah melakukan plagiarisme dalam makalahnya yang berjudul '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis'. Makalah itu menjiplak makalah karya ilmuwan Austria Siyka Zlatanova berjudul 'On 3D Topological Relationships'.

Makalah itu dibuat Zuliansyah atas bimbingan Prof Dr Ir Suhono Harso Supangkat, M Eng, DR Ir Yoga Priyana, dan DR Ir Carmadi Machbub.

Situs ieeexplore.ieee.org yang memuat publikasi Zuliansyah memasang sebuah pengumuman soal pelanggaran prinsip-prinsip publikasi dari IEEE bertajuk "Notice of Violation of IEEE Publication Principles".

"Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber," demikian keterangan di situs itu.

Zuliansyah telah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf. Dia juga bersedia bertanggung jawab sepenuhnya tanpa membawa-bawa ketiga pembimbingnya.

(Rez/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads