Dijelaskan Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka, tim yang dibentuk berisikan para pengajar di Sekolah Tinggi Elektronik dan Informatika (STEI) ITB. Tujuannya untuk menelusuri disertasi Zuliansyah apakah juga karya plagiat juga atau tidak.
"Jika nantinya disertasi tersebut terbukti plagiat, ITB tidak segan-segan untuk mencabut kembali gelar doktornya. Tetapi kalau tidak terbukti, mau bilang apa," ujar Akhmaloka saat ditemui detikbandung di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari No.64, Bandung, Kamis(15/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan menelusuri, apakah yang bersangkutan juga melakukan plagiat dari orang yang sama untuk disertasinya," lanjutnya.
Akhmaloka sangat menyayangkan adanya kasus plagiarisme yang ditemukan di ITB. "Yang saya tahu ini baru pertama kali. Ini juga merupakan keteledoran dari pembimbingnya. Untuk itu, pembimbing harus lebih care kepada mahasiswanya. Sementara para mahasiswa harus terus diberikan penyadaran bahwa plagiat, bagaimana pun adalah hal yang haram dilakukan," tegasnya.
Meski demikian ia menolak menyebut bahwa kasus ini akan mencemari nama baik ITB, meski mengaku merasa kurang senang. "Tentu saja saya merasa kurang senang dan tidak enak," sesalnya.
Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Situs tersebut memasang sebuah pengumuman soal pelanggaran prinsip-prinsip publikasi dari IEEE bertajuk "Notice of Violation of IEEE Publication Principles".
Disebutkan makalah plagiat itu berjudul '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis' yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng, DR. Ir. Yoga Priyana, dan DR. Ir. Carmadi Machbub.
"Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber," demikian keterangan di situs itu.
Makalah asli yang dijiplak adalah 'On 3D Topological Relationships'. Makalah ini dibuat ilmuwan Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam.
(lom/Rez)










































