Bentrokan tersebut terjadi pada Kamis siang (15/4/2010). Direskrim Polda Papua, Kombes Peitrus Wayne kepada wartawan, Kamis siang kepada wartawan menjelaskan, suasana sebenarnya sudah mulai memanas sejak Rabu (14/4/2010) malam hingga Kamis sore.
Pihak aparat Polres Mimika langsung melakukan langkah antisipasi agar kedua kubu yang bertikai tersebut tidak saling menyerang. Namun, sejak pagi hari saat polisi akan melakukan penyisiran di rumah warga dari kedua kubu yang bertikai, dua personil polisi, Bripka Kanis Jehabut dan Bripda Ansar terkena anak panah nyasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, polisi masih berusaha mendamaikan warga dari kedua kubu yang bertikai. Para tokoh masyarakat dan agama diturunkan guna meredam pertikaian antar warga Kwamki Lama. Pemicu persoalan ini menurut informasi sementara, disebabkan konflik lama antar warga yang tidak diselesaikan secara baik.
Sementara itu, kondisi keamanan di sekitar Kwamki Lama hingga Kamis sore masih mencekam. Sejumlah warga terpaksa mengungsi melihat kondisi kedua kubu masyarakat asli Papua saling bersiaga dan siap melakukan penyerangan. Polres Mimika juga sudah menambah personil di areal Kwamki Lama guna mengantisipasi terjadinya bentrokan.
(Rez/djo)











































