"Kita bisa menyaksikan hujan meteor Lyrid. Kenapa dinamai Lyrid? Karena ekor komet itu berada di arah rasi Lyra. Dan ada sebuah komet yang meninggalkan ekor debu," tutur Kepala Observatorium Boscha Hakim Luthfi Malasan ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Kamis (15/4/2010).
Hakim menjelaskan, mulai Jumat hingga 10 hari ke depan, pergerakan Bumi akan melintasi ekor debu tersebut. Bagian yang menghadap ekor debu itu akan terlihat seperti hujan meteor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk hujan meteor Lyrid kali ini, pihaknya menduga bila masyarakat Bandung dan sekitarnya bisa menyaksikan peristiwa alam ini.
"Kalau untuk yang sekarang kebetulan sudah mau masuk musim kemarau. Jadi langit cenderung cerah," ujarnya.
Penasaran bagaimana indahnya menyaksikan bintang jatuh? Yuk, kita sama-sama melihat mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. "Terlihatnya seperti percikan kembang api," tandas Hakim.
(lom/nrl)











































