Marinir: Jangan Gunakan Kekerasan Hadapi Warga

Priok Berdarah

Marinir: Jangan Gunakan Kekerasan Hadapi Warga

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2010 16:37 WIB
Jakarta - Korps Marinir TNI AL mempunyai sejarah manis dalam memadamkan kerusuhan, salah satu contohnya pada 1998. Tidak heran saat peristiwa kerusuhan Tanjung Priok pada 14 April 2010 terjadi, banyak yang berharap Marinir kembali turun.

Sebenarnya bagaimana cara Marinir menangani amuk warga? "Titik tolaknya jangan menggunakan kekerasan. Persuasif itu lebih baik," kata Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Ikin Sadikin saat ditemui di Markas Korps Marinir, di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2010).

Marinir sebenarnya sudah menyiapkan pasukan di Cilandak, Jakarta Selatan, kalau kerusuhan di Priok masih berlanjut. Tapi untungnya kerusuhan mereda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendekatannya dengan kekeluargaan secara baik. Beda antara keputusan hukum dan kondisi di lapangan, karena itu komandan satuan di bawah harus bisa menilai secara tepat," terangnya.

Bagaimana dengan tindakan Satpol PP pada kerusuhan Rabu kemarin? "Mereka sudah melaksanakan prosedur, pemberitahuan. Mereka sudah melaksanakan secara benar. Kita mengimbau jangan bertindak anarkis, ini merugikan semua," tutupnya.

Pada Rabu kemarin, pasukan Katak Marinir turut membantu evakuasi 495 aparat Satpol PP dan Kepolisian yang terjebak di Pelindo II di Koja.
(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads