Menurut pemimpin demonstran Nattawut Saikuar, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/4/2010), mereka tidak takut pada apapun.
"Jika pemerintah masih ingin merebut kembali daerah ini, kami tak bisa melakukan apapun kecuali menunggu. Kami telah mengatasi ketakutan. Tak ada lagi yang membuat kami takut," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi unjuk rasa yang telah berlangsung sebulan ini, massa 'red shirt' menuntut PM Abhisit Vejjajiva untuk mundur dan segera menggelar pemilu baru. Sejauh ini, Abhisit masih bersikeras menolak tuntutan para demonstran.
(ita/nrl)










































