"Mereka berkeinginan makam seperti ini jadi situs sejarah. Jadi agar tetap dilestarikan. Mereka minta agar pemerintah tidak menggusurnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Koja, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2010).
Boy mengatakan, pertemuan dilakukan secara tertutup dengan Habib Soleh. Pertemuan dilakukan tidak jauh dari lokasi makam. Selama 30 menit, keduanya membicarakan bagaimana mencapai kesepakatan secara damai atas masalah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Boy enggan menjelaskan apa saja kesepakatan yang sudah dibicarakan. "Nanti dibicarakan di Balaikota, itu kan ada pertemuan," imbuhnya.
Sementara itu di lokasi kejadian, sisa-sisa kerangka mobil yang terbakar kembali berapi. Sebelumnya kerangka tersebut hanya berasap. Namun karena adanya angin kencang sehingga menyulut api kembali menyala.
(gus/fay)











































