"Ironis, partai pemenang pemilu, di parlemen kita justru dipermalukan karena faktor DPP yang tidak punya kekuatan melalui kepanjangan tangan di fraksi DPR," kata Hayono dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum disebut Hayono dua tokoh sentral PD di DPR. Keduanya diminta lebih serius lagi menjalankan tugas menjadi kepanjangan tangan DPP PD di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hayono, PD masih harus banyak berbenah. Kepanjangan tangan di DPR harus mampu mengimbangi manuver partai lain di parlemen.
"Kelemahan Partai Demokrat tidak mampu koordinasi dengan solid untuk mengambil keputusan di DPR. Ke depan DPP dan DPR harus kompak sehingga mampu mengimbangi manuver parpol lain," jelas Hayono.
Sekalipun Hayono terkesan menyudutkan dua kandidat ketum PD, menurut Hayono, dia belum menentukan pilihan. Ketika ditanya apakah arahnya ke Andi Malarangeng, "Belum, nanti sebelum Kongres," jawabnya sambil tersenyum.
(van/yid)











































