"Kami minta jangan wakil gubernur yang mundur. Gubernurnya Fauzi Bowo yang mundur. Badjuri juga mundur!" kata salah seorang orator di depan Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2010).
"Bubarkan Satpol PP! Kami takut Satpol PP. Mereka preman berseragam!" imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 12.10 WIB, massa yang semula 500-an orang, terus bertambah. Seratusan orang dari Front Oposisi Rakyat Indonesia ikut bergabung dalam aksi menolak penggusuran makam Mbah Priok. Massa membawa spanduk besar "Ganti rezim, ganti sistem", "Bubarkan Satpol PP."
Selain itu, aktivis dari Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper), LMND, Serikat rakyat Miskin Indonesia, Laskar Merah Putih juga berdemo.
Sedangkan FBR memilih mengakhiri aksinya. "Nanti pukul 14.00 WIB, DPRD akan mempertanyakan masalah ini ke Pemprov DKI. Mari kita pulang, jangan mengganggu lalu lintas. Demo tertib," kata seorang orator FBR.
(aan/nrl)











































