Priyo: Satpol PP Sering Ugal-ugalan, Harus Dievaluasi Perannya

Priyo: Satpol PP Sering Ugal-ugalan, Harus Dievaluasi Perannya

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2010 11:29 WIB
 Priyo: Satpol PP Sering Ugal-ugalan, Harus Dievaluasi Perannya
Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengecam aksi kekerasan berdarah di kawasan makam Mbah Priok Rabu, (15/4/2010). Priyo meminta Mendagri meninjau kembali keberadaan Satpol PP dan fungsinya.Β Β 

"Satpol PP itu terlalu ugal-ugalan, apalagi itu makam keramat. Wajar ada bentrok dari warga. Mestinya penggusuran dilakukan dengan baik. Saya minta Mendagri meninjau kembali duduk perkara Satpol PP," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Menurut salah satu ketua DPP Golkar ini, cara-cara penyelesaian dari Satpol PP ini sudah jauh melenceng dari cara damai. Bahkan dalam beberapa aksinya, cara Satpol PP lebih militeristik daripada militer itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian di Surabaya, ketika Satpol PP menggusur pedagang kaki lima, Satpol PP lebih militer dari militer itu sendiri. Itu harus direformasi. Saya minta pemda memperbaiki Satpol PP, mengubah gaya mereka yang ugal-ugalan dan seragam mereka harus diubah," pintanya.

Priyo mendesak siapa yang bertanggung jawab dalam insiden berdarah di Priok diusut tuntas. "Saya menyesalkan kejadian itu. Saya meminta kejadian ini diusut dan diinvestigasi. Kenapa tidak ada perintah ditarik saja. Sebenarnya bentrok sangat bisa dihindari. Tetapi saya heran, kenapa pimpinan Satpol PP tidak menarik mundur saja," paparnya.

Saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden yang memakan banyak korban jiwa ini, Priyo menjawab diplomatis. "Kalau Pak Fauzi Bowo saya memahami, karena dia sedang kena musibah. Yang harus bertanggung jawab, kepala Satpol PP, Walikota dan Wakil Walikota Jakarta Utara, dan wakil Gubernur DKI Jakarta, karena Gubernur sedang berhalangan," pungkasnya.

(van/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads