Satpol PP Ahmad Tajudin Sering Ziarah ke Makam Mbah Priok

Korban Tewas Priok

Satpol PP Ahmad Tajudin Sering Ziarah ke Makam Mbah Priok

- detikNews
Kamis, 15 Apr 2010 10:30 WIB
Satpol PP Ahmad Tajudin Sering Ziarah ke Makam Mbah Priok
Jakarta - Almarhum Ahmad Tajudin, salah satu anggota Satpol PP yang tewas dalam bentrokan di Koja, Jakarta Utara, ternyata sering berziarah ke makam Mbah Priok.

Salah seorang sahabatnya, Ahmad, menceritakan kalau almarhum Ahmad Tajudin merupakan jamaah pengajian Assurur. Almarhum juga sering ziarah ke makam Mbah Priok semasa hidupnya.

"Sebenarnya sebagai jamaah yang sering ziarah ke sana, dia berat hati. Tapi ya karena pekerjaan, jadi mau tidak mau dia harus pergi," tutur teman almarhum, Ahmad, di rumah duka Jl HH RT 9 RW 1 Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (15/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad mengatakan, sebelum berangkat ke lokasi pada Selasa (13/4) malam, almarhum sempat mengirim SMS kepada dirinya. Bunyi SMS tersebut adalah, "Saya minta maaf sama umat Islam karena saya hanya menjalankan tugas untuk membongkar."

Setelah SMS tersebut, Ahmad mengatakan, almarhum juga sempat mengirimkan beberapa SMS. SMS kedua berbunyi, "Ane juga ngeri." Lalu, lanjut Ahmad, SMS terakhir almarhum dikirim hari Rabu (14/4) pukul 07.30 WIB. SMS tersebut berbunyi "Doakan saya ya. Ane sudah mulai serang, di lapis tiga. Mohon doanya."

Menurut Ahmad, almarhum Ahmad sering bercerita kepada dirinya jika almarhum merasa terbeban menjadi Satpol PP.

"Ya dia tahu jadi Satpol PP menjadi beban karena banyak rakyat tidak suka. Tapi demi keluarga dia tetap menjalankan profesi itu," ujarnya.

Dikatakan Ahmad, almarhum telah menjadi Satpol PP sejak tahun 2005. Almarhum merupakan sosok yang baik. Ahmad mengatakan, rumah almarhum sering dijadikan markas berkumpul teman-temannya. Ahmad telah berteman dengan almarhum sejak kecil hingga sekarang. Dengan kepergian almarhum, Ahmad kehilangan teman bermain bola bersama.

"Tidak punya firasat apa-apa. Tapi dia selalu cerita, jadi saya mengerti posisinya," kata Ahmad dengan suara serak menahan duka.
(nvc/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini