Awalnya, Iman dan 3 orang temannya berniat untuk mempreteli bangkai mobil yang dibakar massa pada Rabu (14/4/2010) malam, dan kemudian menjualnya. Namun, Iman yang tengah asyik mempreteli bangkai mobil, tidak memperdulikan keselamatan dirinya. Tangan kanannya robek akibat tertimpa puing bangkai mobil. Ketiga rekannya pun membawa dia ke RS Koja yang berjarak cukup dekat dengan lokasi.
"Ini tangannya robek, ketiban mobil," ujar salah seorang temannya, Udin, kepada detikcom di RS Koja, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2010) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Udin menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB. Karena tindakannya ini, Iman pun tak jadi mendapat untung, justru dia terpaksa membayar biaya perawatan sebesar Rp 20 ribu.
Sementara itu, kondisi terakhir di kawasan Koja masih tampak kondusif. Pantauan detikcom pukul 05.45 WIB, situasi lalu lintas mulai normal. Jalan Raya Cilincing yang kemarin menjadi lokasi bentrokan sudah bisa dilewati kendaraan kontainer. Dua jalur jalan pun sudah bisa dilalui kendaraan.
Sedangkan beberapa warga lainnya masih sibuk mengambil dan mempreteli bangkai mobil yang ada di jalan tersebut. Beberapa bahkan tampak membawa gerobak untuk mengangkut puing-puing mobil.
(nvc/rdf)











































