"Nama saya dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya," kata Setiyardi kepada detikcom, Kamis (14/4/2010).
Setiyardi menjelaskan, pelaku mengirimkan surat atas nama dirinya selaku deputi staf khusus presiden kepada sejumlah bupati. Dalam surat tersebut, pelakuย meminta kerjasama pembuatan spanduk antiterorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiyardi menegaskan, pihaknya tidak pernah membuat dan mengirimkan surat tersebut kepada para bupati di berbagai daerah. Karena itu, dia mengimbau agar para bupati tidak mempercayai surat itu.
"Kami mengimbau agar para bupati tidak mempercayai surat semacam itu. Jika ada permintaan uang yang mengatasnamakan lembaga presiden, itu dipastikan tidak benar," tegas setiyardi.
Menurut Setiyardi, upaya praktik penipuan ini diketahuinya setelah salah seorang bupati yang menerima surat itu melakukan konfirmasi. "Jadi sekali saya katakan, surat semacam itu sama sekali tidak benar," tukas Setiyardi.
(djo/rdf)










































