"Saya meminta media akurat. Jangan beritakan meninggal, kalau korban mengalami luka," kata Presiden SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2010) pukul 23.00 WIB.
SBY mengingatkan media untuk menyadari dampak apabila tidak akurat dalam memberitakan korban meninggal dunia. "Kesalahan pemberitaan pers bisa menimbulkan reaksi tidak tepat. Kita akan sedih bila ini memunculkan akibat baru. Tapi saya yakin media tidak menginginkan hal itu, pers tetap menjunjung kebenaran, karena itu tetaplah akurat," pesan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investigasi Dilakukan Nanti
Dalam jumpa pers, SBY juga meminta agar investigasi untuk mengetahui duduk perkara aksi kekerasan atau benturan fisik yang terjadi, sebaiknya dilakukan kemudian. "Investigasi untuk mengetahui duduk perkara aksi kekerasan atau benturan fisik itu agar kita tahu latar bekajangnya siapa yang salah dan benar, nanti saja dilakukan. Yang penting, ditangani baik korban-korban luka terlebih dulu," jelas SBY.
SBY juga meminta gubernur DKI dan jajarannya untuk segera melakukan pertemuan-pertemuan dan pendekatan-pendekatan dengan berbagai pihak yang terkait untuk mencari solusi terbaik. SBY juga meminta tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk menjalankan peran secara positif.
(asy/gah)











































