Korban Laporkan Satpol PP Tangerang ke Polda

Penggusuran Cina Benteng

Korban Laporkan Satpol PP Tangerang ke Polda

- detikNews
Rabu, 14 Apr 2010 20:33 WIB
Jakarta - Eksekusi pemukiman Cina Benteng di Kelurahan Sewan, Cisadane, Tangerang berakhir ricuh. Beberapa warga terluka akibat bentokan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (13/4) kemarin.

Buntutnya, 6 warga Cina Benteng yang menjadi korban pemukulan melaporkan petugas Satpol PP. "Kami dengan para warga melaporkan perihal penganiayaan dengan cara pengeroyokan yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang yang kemarin terjadi di daerah Sewan, Cisadane," kata pengacara dari LBH Jakarta Muhamad Isnur kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/4/2010).

Dijelaskan Isnur, jumlah korban seluruhnya akibat bentrokan mencapai 8 orang. "Cuma dua lagi nggak ikut karena kondisinya cukup parah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isnur mengatakan, korban mengalami luka memar di bagian perut dan tengkuknya membengkak. "Dari 6 yang lapor, 4 akan visum di RS Jakarta," ujar Isnur.

Isnur menilai, tindakan Satpol PP yang mencoba membubarkan massa tidak manusiawi. Dalam laporan resmi bernomor TBL/1237/IV/2010/PMJ/Ditreskrimum, korban yang diwakili oleh Iwan melaporkan tiga petugas satpol PP berinisial I, A dan J.

Ketiga terlapor dipersangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

"Mereka dilaporkan karena yang terlihat oleh warga, kan mereka ditarik oleh Satpol PP dan dipukuli tapi mereka lihat nama 3 orang itu karena terlihat jelas di bet baju seragamnya," paparnya.

Isnur menjelaskan, korban saat dipukul tidak melakukan perlawanan. Mereka sedang beroperasi saat itu.

"Yang jelas mereka diam, duduk, mereka sedang berhadap-hadapan tidak lakukan apapun dan tidak bertindak anarkis. Ada kawan kita yang berorasi saja, tidak melakukan tindakan anarkis ditarik kemudian dipukuli oleh satpol PP," ulasnya.

"Kita hanya menyemangati massa dengan mengajak bernyanyi lagu Indonesia Raya, lagu syukur, orasi dilakukan dalam rangka agar warga tidak anarkis. Yang kedua agar warga tetap tabah dan agar tidak melakukan perlawanan secara fisik dalam penggusuran itu," lanjutnya.

Bahkan, sambungnya, beberapa warga yang sudah diangkut ke mobil Satpol PP, sempat dianiaya di dalam mobil. "Ada juga beberapa warga setelah dibawa oleh satpol PP di dalam mobil mereka dipukul dan ditendangi, di mobil satpol PP," sambungnya.

"Ada sekitar 2-3 orang yang nendang," imbuhnya.

Dengan dilaporkannya ketiga petugas Satpol PP itu, Isnur berharap agar polisi menindak tegas ketiga terlapor.

(mei/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads