Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta dinilai terlalu percaya diri dengan mengirimkan ribuan Satpol PP untuk mengeksekusi lahan di area makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara. Pemprov tidak memperhitungkan faktor psikologis dan sosial sehingga bentrokan antara Satpol PP dan massa tidak terhindarkan.
"Kuantitas Satpol yang dikerahkan bukanlah jaminan penyelesaian. Justru menjadikan unjuk kekuatan yang memancing reaksi rakyat," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo kepada
detikcom, Rabu (14/4/2010).
Ganjar menyayangkan peristiwa berdarah tersebut. Pemprov, imbuh Ganjar, seharusnya bisa menyelesaikan masalah dengan cara dialog dengan warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, masalah itu juga sempat dibicarakan di sela-sela rapat interen Komisi II DPR dengan Kementrian Dalam Negeri. Komisi, katanya, juga akan meneliti status tanah di area makam Mbah Priok yang dinilai sebagai salah satu akar masalah keributan itu.
"Pokja pertanahan akan minta klarifikasi status tanah ke Badan Pertanahan Nasional," kata dia.
(lrn/mok)