"Kita menyesalkan kebrutalan Satpol PP dan minta agar Satpol PP ditarik dulu dari Lokasi Makam Mbah Priok. Kita himbau kedua pihak untuk menahan diri dan segera duduk bersama dengan tokoh-tokoh Islam guna mencari solusi terbaik," kata Sekretris FPKB M Hanif Dhakiri.
Hanif menyampaikan sikap FPKB ini dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (14/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu makam keramat yang disucikan yang tak bisa digusur seenaknya. Hanya kaum Wahabi yang bisa dan biasa begitu, seperti ketika mereka menggusur makam para sahabat nabi di Makkah dan Madinah," papar Hanif.
Penegasan soal cara menyelesaikan pengusuran makam ini sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan baru yang bisa menjadikan persoalan ini semakin kompleks. "Ini penting ditegaskan agar cara pandang Satpol PP tidak seperti kompeni saat menggusur makam keluarga Pangeran Diponegoro," imbuhnya.
Hanif yang juga anggota Komisi X DPR ini juga mengingatkan, bahwa makam para pejuang dan wali dinilai sebagai cagar budaya. Karena itu, situs-situs ini harus dijaga dan dirawat. Apalagi keberadaan situs ini jauh lebih lama dari berdirinya Pelindo yang mengklaim memiliki tanah di kawasan itu.
"Jangan lupa makam keramat seperti itu juga tergolong cagar budaya. Pemerintah mestinya melindunginya, bukan malah mau menggusurnya," terangnya.
Saat ditanya soal bagaimana sebaiknya posisi Satpol PP ke depan, Hanif dengan tegas menjawab. "Kalau pendekatan Satpol PP tetap kasar dan tidak manusiawi begitu, mending dibubarkan saja. Atau minimal fungsi dan perannya ditinjau lagi biar nggak seperti combatan," pungkasnya.
(yid/ndr)











































