Korban Desak Anand Ashram Ditutup

Pelecehan Anand Khrisna

Korban Desak Anand Ashram Ditutup

- detikNews
Rabu, 14 Apr 2010 13:20 WIB
Jakarta - Korban pelecehan seksual tokoh spiritual Anand Khrisna mendesak Anand Ashramnya ditutup. Mereka beralasan agar tidak jatuh korban selanjutnya.

Desakan itu disampaikan oleh 10 orang korban Anand di Padepokan Sandhi Murti, Jl Tukad Citarum, Denpasar, Rabu (14/4/2010). Mereka mendesak agar Polda Bali segera menutup Anand Ashram di Bali.

"Saya berharap menjadi korban terakhir. Semoga tidak ada korban lainnya lagi," kata Tara, salah satu dari 10 korban. Tara bersama Sumidah yang melaporkan kasus pelecehan seksual ke polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengacara korban, Agung Mattauch menuding Anand telah menyebarkan doktrin yang berbahaya. Ajarannya adalah, anak usia 12-15 tahun agar menyerahkan diri kepada guru serta melepaskan ikatan dengan orang tua.

Para korban juga mengklarifikasi isu yang beredar bahwa usaha mereka melaporkan Anand dalam kasus pelecehan untuk menyerang ajaran pluralisme. "Ada isu seakan terjadi penyerangan terhadap tokoh pluralisme . Isu ini beredar di Jakarta dan Bali," katanya.

Sementara itu, penanggungjawab Anand Asrham di Bali, Dr Sayoga meminta agar para tokoh dan masyarakat Bali berhati-hati menanggapi masalah yang sensitif ini. "Kami juga sangat hati-hati karena menyangkut masalah sensitif," katanya.

(gds/mok)


Berita Terkait