Desakan itu disampaikan oleh 10 orang korban Anand di Padepokan Sandhi Murti, Jl Tukad Citarum, Denpasar, Rabu (14/4/2010). Mereka mendesak agar Polda Bali segera menutup Anand Ashram di Bali.
"Saya berharap menjadi korban terakhir. Semoga tidak ada korban lainnya lagi," kata Tara, salah satu dari 10 korban. Tara bersama Sumidah yang melaporkan kasus pelecehan seksual ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban juga mengklarifikasi isu yang beredar bahwa usaha mereka melaporkan Anand dalam kasus pelecehan untuk menyerang ajaran pluralisme. "Ada isu seakan terjadi penyerangan terhadap tokoh pluralisme . Isu ini beredar di Jakarta dan Bali," katanya.
Sementara itu, penanggungjawab Anand Asrham di Bali, Dr Sayoga meminta agar para tokoh dan masyarakat Bali berhati-hati menanggapi masalah yang sensitif ini. "Kami juga sangat hati-hati karena menyangkut masalah sensitif," katanya.
(gds/mok)











































