Slamet: Tarik Satpol PP, Libatkan Tokoh Agama

Penggusuran Makam Mbah Priok

Slamet: Tarik Satpol PP, Libatkan Tokoh Agama

- detikNews
Rabu, 14 Apr 2010 13:12 WIB
Slamet: Tarik Satpol PP, Libatkan Tokoh Agama
Jakarta - Korban terus berjatuhan dalam aksi brutal Satpol PP terhadap warga saat pembongkaran makam Mbah Priok. Tokoh Islam yang baru ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum PBNU, Slamet Effendy Yusuf, menyesalkan aksi brutal itu dan meminta kedua pihak yang berseteru kembali mencari solusi damai.

"Saya menyesalkan kebrutalan dari Satpol PP itu. Ini persis saat kelompok Wahabi menghancurkan makam-makam para sahabat di Makkah dan Madinah. Menggunakan kekuatan dan kekuasaan. Saya harap Pemprov dan Pemkot berunding kembali. Tarik dulu Satpol PP," kata Slamet kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).

Menurut Slamet, penyelesaian sengketa tempat-tempat suci tidak bisa disamakan dengan pengusuran rumah atau tanah-tanah lainnya. Tempat suci dan bersejarah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan warga setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal tempat bersejarah dan tempat suci, itu kompleks, karena ada soal keyakinan. Mudah-mudahan ada tindakan yang lebih bijak dengan melibatkan tokoh-tokoh Islam di tingkat lokal dan nasional yang punya wibawa untuk bicara masalah ini," paparnya.

Slamet yang juga menjadi Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama MUI ini meminta agar konsep pembangunan di Jakarta tetap memperhatikan aspek spiritualitas. Jangan hanya berfikir kepentingan pembangunan yang materialistik dan mengorbankan warga.

"Jangan sampai kecenderungan materialistik itu diteruskan, dengan menghancurkan situsย  bersejarah yang punya nilai spiritual. Ini sangat memprihatinkan. Ini keterlaluan," sesal mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Saat ditanya soal sikap Satpol PP dalam menangani masalah ini, Slamet menjawab tegas akan mengusulkan refungsi dan reposisi peran Satpol PP. "Kalau melihat caranya itu, yang militeristik dan terkesan brutal, ke depan saya kira Satpol PP ini ditinjau ulang saja peran dan fungsinya," pungkasnya.

(yid/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads