"Saya menyesalkan kebrutalan dari Satpol PP itu. Ini persis saat kelompok Wahabi menghancurkan makam-makam para sahabat di Makkah dan Madinah. Menggunakan kekuatan dan kekuasaan. Saya harap Pemprov dan Pemkot berunding kembali. Tarik dulu Satpol PP," kata Slamet kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).
Menurut Slamet, penyelesaian sengketa tempat-tempat suci tidak bisa disamakan dengan pengusuran rumah atau tanah-tanah lainnya. Tempat suci dan bersejarah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet yang juga menjadi Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama MUI ini meminta agar konsep pembangunan di Jakarta tetap memperhatikan aspek spiritualitas. Jangan hanya berfikir kepentingan pembangunan yang materialistik dan mengorbankan warga.
"Jangan sampai kecenderungan materialistik itu diteruskan, dengan menghancurkan situsย bersejarah yang punya nilai spiritual. Ini sangat memprihatinkan. Ini keterlaluan," sesal mantan Ketua Umum GP Ansor ini.
Saat ditanya soal sikap Satpol PP dalam menangani masalah ini, Slamet menjawab tegas akan mengusulkan refungsi dan reposisi peran Satpol PP. "Kalau melihat caranya itu, yang militeristik dan terkesan brutal, ke depan saya kira Satpol PP ini ditinjau ulang saja peran dan fungsinya," pungkasnya.
(yid/fay)











































