Pekan lalu Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa Iran dan Korea Utara, yang merupakan musuh AS tetap menjadi target potensial senjata nuklir AS. Hal itu dikatakan Obama saat mengumumkan kebijakan baru AS mengenai pembatasan penggunaan senjata nuklir.
Dubes Iran Ambassador Mohammad Khazaee mengirimkan surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon, Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB berisi komplain atas pernyataan Obama itu. Khazaee meminta PBB untuk "menentang keras ancaman penggunaan senjata nuklir dan menolaknya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan-pernyataan seperti itu oleh pejabat-pejabat AS sekali lagi menunjukkan ketergantungan pemerintah AS pada pendekatan militer untuk berbagai isu, yang mana ancaman penggunaan senjata nuklir bukanlah solusi sama sekali," tegas Khazaee.
"Anggota-anggota PBB hendaknya tidak membiarkan atau mentolerir pemerasan nuklir seperti itu di abad ke-21 ini," imbuh Khazaee seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (14/4/2010).
Obama tengah gencar-gencarnya mendesak adanya sanksi baru PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya. Pemerintah AS dan Uni Eropa telah lama mencurigai Iran diam-diam tengah mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya.
Namun pemerintah Iran bersikeras membantah hal itu. Ditegaskan Teheran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit energi untuk kepentingan sipil.
(ita/nrl)











































