"Ya, kita schedule ulang rencana ke Singpura, karena memang harus ke sana," ujar salah satu penasehat hukum Susno, Zul Armain Azis, kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).
Belum bisa dipastikan kapan Susno akan berangkat kembali menuju negeri singa itu. Sebab, beberapa faktor perlu dipertimbangkan. Di antaranya terkait penyelidikan Sjahril Djohan dan hasil evaluasi tim dokter Mabes Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau mau dikonfrontir Pak Susno tidak di Jakarta kan repot lagi. Nanti diangggap melarikan diri kan? Itu jadi pertimbangan. Pak Susno ini disorot oleh kepolisian, jangan sampai hal-hal seperti di bandara itu terulang," harap Zul.
Mengenai pemeriksaan medis yang dilakukan dokter kepolisian, menurut Zul, belum bisa dilihat hasilnya. Selasa (13/4) kemarin, dokter sudah berkunjung ke kediaman Susno untuk melakukan tes darah serta urine.
"Bagaimapun beliau (Susno) masih polisi aktif. Jadi kita juga berterima kasih kepolisian punya atensi kirim dokter. Tapi kita juga tidak bisa percaya begitu saja. Kita mau cari second opinion atau dokter pembanding," jelasnya.
Susno ditangkap Provost Mabes Polri di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Singapura, Senin (12/4/). Hingga kini, paspor milik Susno disita oleh polisi.
(irw/nrl)











































