Marzuki mengatakan, ia sudah empat setengah tahun berkomunikasi dengan para kader PD di daerah mengenai pencalonannya, sehingga ia tidak perlu mengikuti calon lain yang mendeklarasikan diri lebih awal.
"Jadi tidak perlu buru-buru. Ketua umum kan dicalonkan, bukan nyalon. Kalau di kongres bilang Pak Marzuki maju ada 400 suara, ya saya maju. Kalau tidak, ya stop," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, dari tiga kandidat yang ada, Andi Mallarangeng yang pertama kali mendeklarasikan diri. Anas Urbaningrum baru akan mendeklarasikan pada 15 April mendatang.
"Bagus, karena orang baru, komunikasi dengan kader. Jadi deklarasi jauh-jauh (hari)," kata Marzuki tentang rencana deklarasi Anas.
Namun demikian, Marzuki mengatakan, tidak digelarnya deklarasi itu bukan berarti ia kendor dalam pencalonan. Marzuki mengaku ia punya kalkulasi sendiri atas pencalonannya.
"Kalkulasi itu Saya bangun dari dukungan DPD-DPD. Tidak ada istilah kendor. Saya kalau berjalan pasti maju ke depan, tidak akan mundur," tegas salah satu pendiri PD ini.
(lrn/ndr)











































