Inilah video terakhir Muramoto (43), ayah dua orang anak ini sebelum tewas akibat tembakan di dadanya. Film ini menggambarkan bagaimana mencekamnya keadaan saat itu.
Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (13/4/2010), film ini dimulai dari garis belakang tentara Thailand. Latar belakang barisan tentara adalah Monumen Demokrasi, Bangkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, muncul ledakan yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat Muramoto berdiri. Empat tentara langsung tersungkur akibat ledakan itu.
Kepanikan mulai timbul. Wartawan mulai berlari ke arah Muramoto dan melewatinya. Sementara itu, tentara tetap bertahan sambil membawa tameng mereka. Pelan-pelan, Muramoto juga ikut mundur namun tetap menyalakan kameranya.
Kamera kemudian beralih pada seorang tentara yang sudah tergeletak bersimbah darah, namun masih hidup. Gambar selanjutnya, seorang tentara terlihat sedang menyeret rekannya yang terluka cukup parah. Terlihat jelas jejak darah di jalanan.
Tiba-tiba saja, kamera menyorot demonstran antipemerintah. Sebagian besar mereka membawa tongkat dan ada juga yang memboyong tameng milik tentara.
Ada yang panik, ada juga yang melempar sesuatu ke udara. Namun tidak ada satupun yang melirik ke arah Muramoto yang tetap setia dengan kamera hingga akhir hayatnya.
(mok/did)











































