"Dari keseluruhan gambaran, kami jelas-jelas menemukan bahwa para teroris menggunakan demonstran pro-demokrasi untuk menimbulkan kerusuhan, berharap untuk perubahan total di negara kita," kata Abhisit dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.
"Kita harus membedakan orang-orang tak bersalah dengan para teroris dan kemudian kita bisa menyusun langkah-langkah selanjutnya," imbuh Abhisit seperti dilansir AFP, Senin (12/4/2010).
Kerusuhan bermula ketika tentara-tentara Thailand mencoba membubarkan massa yang berkumpul di salah satu lokasi di Bangkok. Tentara menggunakan gas air mata dan demonstran pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra membalas dengan lemparan batu.
Seiring memanasnya situasi, suara-suara tembakan terdengar di Bangkok. Otoritas Thailand menyatakan, senapan M16 dan AK47 serta granat telah digunakan oleh beberapa orang di antara demonstran.
(ita/gah)











































