Hal itu disampaikan, Maneger Humas PT Kalila, Dahrul Hidayat dalam jumpa pers, Senin (12/04/2010) di Hotel Jatra, Pekanbaru.
Dia menjelaskan, aliran gas dari sumur Segat 2, di Kecamatan Langgam, Kab Pelalawan, Riau sudah dapat diatasi. Keberhasilan pengendalian aliran gas dimulai dengan berhasilnya pemasangan blow out preventer (BOP). Alat ini di datangkan dari Dubai lewat Singapura dengan berat 20 ton. Tenaga teknis juga didatangkan dari Amerika, Inggris dan Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dana penanganan sumur tersebut, Dahrul sendiri belum dapat memastikan besarannya. Semuanya dana penanggulangan sumur termasuk sagu hati pada masyarakat sekitar semuanya masih dihitung.
"Alat BOP itu sendiri sifatnya pinjam pakai, rencananya besok sudah kita kembalikan ke Singapura. Segala biaya penanggulangan sumur sudah kita asuransikan," kata Dahrul.
Sumur Segat 2 ini sendiri, dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas untuk PLN. Pasokan gas itu nantinya untuk pembangkit listrik di Pekanbaru guna mengatasi kekurangan daya selama ini.
"Bersyukur masalah aliran gas ini berhasil diselesaikan dengan baik sesuai operasi keadaan tanggap darurat, sehingga tidak menimbulkan ganguan terhadap keamanan dan kesehatan pekerjaan dan warga sekitar," kata Dahrul.
(cha/djo)










































