"Kedatangan saya dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kehilangan anak saya," kata Soleh kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/4/2010).
Diceritakan Soleh, anaknya bernama Siti Fadilatul Musarofah alias Dila (18). Dila menghilang sejak Februari 2010 lalu. Tidak ada kabar mengenai kepergian anaknya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu dia disuruh beli bawang putih. Tapi setelah satu jam baru pulang," ungkap Soleh.
Setelah itu, majikannya menyuruh Dila memasak. Dila kemudian ditingal pergi mengaji oleh Nining.
"Tapi pas Nining pulang pukul 11.00 WIB, anak saya nggak kelihatan juga," ujar Soleh.
Berhari-hari tidak pulang, Soleh kemudian melapor ke Polsek Cileungsi, Bogor. Namun, setelah hampir 1 bulan berlalu, Polda Metro Jaya memanggilnya. Pemanggilan kedua orangtua Dila untuk mencocokkan DNA dengan korban mutilasi.
Soleh menjelaskan ciri-ciri fisik Dila yang berkulit putih, tinggi badan sekitar 145 Cm dan ukuran sepatu 28. Dila terakhir mengenakan jilbab.
"Tapi payudara anak saya menonjol," tutur Soleh.
Kehilangan Dila ini sempat membuat khawatir Soleh. Jangan-jangan, Dila korban mutilasi. Namun dari ciri-ciri jari kaki anaknya, jauh berbeda dengan jari kaki korban mutilasi. "Kalau jari kaki anak saya nggak panjang-panjang," lanjutnya.
Soleh kian yakin jika korban mutilasi bukan anaknya setelah melihat tato kiri korban mutilasi. "Anak saya tidak bertato," ucapnya.
(mei/gun)










































