Kapten KM Gemilang, Willy, mengatakan kapalnya terbakar sekitar pukul 08.00 Wita, Senin (12/4/2010). Saat Willy sedang mandi, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari ruang mesin di bagian bawah kapal. "Saat ledakan terjadi, kapal sedang mengisi muatan semen sebanyak 3000 sak di Depo Semen Tonasa, namun masih tersisa 1500 sak," ungkap Willy.
Willy menambahkan, tak lama setelah terdengar ledakan asap hitam membubung tinggi. Selanjutnya kapal asal Surabaya dengan tujuan Kolaka, Sulawesi Tenggara, itu dievakuasi sekitar 1 km menjorok ke arah laut oleh kapal pandu Lae-lae dan kapal Tagboat Anggada IX. Hal ini dilakukan untuk mencegah api berpindah ke kapal-kapal lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikcom, hingga saat ini KM Gemilang masih mengeluarkan asap tebal. 4 Kapal, yakni KM Wisnu milik Pertamina, Kapal Patroli KPLP, Kapal Patroli Lantamal VI dan Kapal Patroli Polair Polda Sulselbar, masih menyemprotkan air ke arah kapal naas itu.
(mna/djo)











































