Para penyelidik tengah menginvestigasi mengapa pilot tidak mengikuti instruksi dari para petugas menara pengendali lalu lintas udara untuk menghentikan upaya pendaratan di tengah cuaca buruk. Demikian seperti diberitakan New York Times, Senin (12/4/2010).
Bahkan para penyelidik bertanya-tanya apakah pilot berada dalam tekanan untuk tetap mendarat. Tujuannya agar rombongan Presiden Lech Kaczynski tidak akan terlambat untuk seremoni di Katyn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim penyelidik telah menemukan rekaman suara penerbangan. Namun tak ada keterangan mengenai isi pembicaraan di kokpit ataupun menara pengendali.
Fokus penyelidikan lebih diarahkan ke pilot dikarenakan insiden sebelumnya yang melibatkan Presiden Kaczynski. Pada Agustus 2008 lalu saat perang singkat Rusia dengan Georgia, Kaczynski beradu mulut dengan pilot yang menerbangkan pesawatnya ke ibukota Georgia, Tbilisi.
Kaczynski ngotot agar pilot tetap mendaratkan pesawat meski kondisi berbahaya di Tbilisi. Namun pilot tidak setuju. Dia memutuskan untuk mendarat di negara tetangga Georgia, Azerbaijan.
Surat kabar Polandia Dziennik kala itu memberitakan, Kaczynski mengancam akan ada konsekuensi bagi pilot tersebut. "Jika seseorang memutuskan menjadi pilot, dia tak boleh takut," kata Kaczynski. "Setelah kembali ke negara, kita akan urus masalah ini," ancam Kaczynski kala itu.
Pilot tersebut kemudian memang tidak mendapat hukuman apapun. Dia bahkan mendapat medali atas pengabdiannya. Namun kemudian menteri pertahanan Polandia menyatakan, pilot mengalami depresi pasca insiden tersebut.
Menurut mantan presiden Polandia, Lech Walesa, dalam situasi tertentu, pilot kerap meminta pandangan para pemimpin pemerintah yang berada di pesawat.
"Jika ada keragu-raguan, para pemimpin selalu dimintai keputusan mereka, dan cuma dengan dasar ini langkah selanjutnya diambilm," ujar Walesa.
"Kadang-kadang kapten pesawat akan membuat keputusan sendiri, bahkan bertolak belakang dengan rekomendasi. Kita belum tahu apa yang telah terjadi, jadi biarkan para pakar yang menjelaskan," imbuhnya.
Penyelikan kecelakaan ini dilakukan bersama oleh otoritas Polandia dan Rusia. Hasil awal menunjukkan tidak terjadi gangguan teknis pada pesawat berjenis Tupolev tersebut meski telah berusia 20 tahun. (ita/gah)











































