Andi Arief: Pernyataan Bambang Soesatyo Prematur

Kasus L/C Fiktif

Andi Arief: Pernyataan Bambang Soesatyo Prematur

- detikNews
Minggu, 11 Apr 2010 22:38 WIB
Andi Arief: Pernyataan Bambang Soesatyo Prematur
Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief membalas pernyataan pedas politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo yang menyebut penetapan Misbakhun sebagai tersangka merupakan kriminalisasi terhadap inisiator hak angket century. Andi menyebut statemen Bambang itu prematur.

"Menurut Saya itu pendapat yang terlalu prematur. Saya paham mungkin itu solidaritas Bambang terhadap Misbakhun," kata Andi dalam peluncuran buku "Meniti Gelombang Reformasi" karya mantan Kapolda Metro Jaya Noegroho Djayoesman di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/4/2010).

Andi juga berkilah bahwa laporannya ke Kepolisian merupakan serangan balik atas rekomendasi DPR dalam kasus Bank Century seperti yang dituduhkan Bambang. "Buat apa saya menyerang?" tanya Dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi justru menantang balik Bambang. Andi menyindir Bambang yang selama ini menilai kasus Century hanya masalah deposan bodong, sementara Misbakhun ditetapkan menjadi tersangka kasus L/C bodong Bank Century.

"Tolong sampaikan ke Bambang apa nih komentarnya soal L/C bodong ini, karena selama ini dia bilang masalah Century hanya masalah deposan bodong," tantangnya.

Sebelumnya diberitakan politisi Golkar sekaligus inisiator angket Century Bambang Soesatyo membela Misbakhun begitu mendengar temannya di Tim 9 itu dijadikan tersangka oleh Mabes Polri atas kasus L/C bodong PT Selalang Prima Internasional (SPI) di Bank Century. Bambang menyebut ada upaya kriminalisasi terhadap rekannya. Bambang juga menuding Andi Arief sebagai alat serangan balik atas kekalahan FPD dalam rekomendasi DPR tentang Century.

"Saya yakin itu adalah upaya untuk mengkriminalisasikan Misbakhun yang juga salah satu inisiator hak angket Century. Apalagi dengan hasil paripurna opsi C. Tentu saja ada pihak yang terusik dan merasa terancam posisinya maka itu melakukan serangan balik," kata Bambang.

(van/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads