"Kalau memang itu uang perusahaaan, uangnya cuma berputar-putar di istri dan anaknya, nggak diputerin di perusahaan," ujar Ketua PPATK Yunus Husein kepada wartawan ketika dihubungi lewat telepon, Minggu (11/4/2010).
Yunus membeberkan banyak keanehan dan kejanggalan dalam rekening Bahasjim. Salah satu contohnya yakni banyaknya hal yang tak lazim seperti keuntungan yang melonjak-lonjak.
"Karena kalau memang itu uang perusahaan, keuntungannya itu banyak keanehan, melonjak-lonjak," curiganya.
Yunus mengatakan, berdasar pemeriksaan PPATK, perusahaan Bahasjim cuma satu. Di perusahaannya itu, anaknya ada yang menjabat direktur utama, direktur, dan ada pula yang jadi komisaris.
Lebih lanjut Yunus mengungkapkan, Bahasjim mempunyai sejumlah rekening, dengan jumlah Rp 60 miliar lebih.
"Rekeningnya banyak, tapi tidak sampai sepuluh. Uangnya ada Rp 60 miliar lebih, itu belum termasuk aset-asetnya," terang Yunus.
(mei/gun)











































