"Warga negara kita tidak ada masalah. Kita melakukan monitor terus dan mengimbau agar mereka menjauhi lokasi konsentrasi massa," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (11/4/2010).
Kemlu berharap WNI mematuhi anjuran yang dikeluarkan, sehingga tidak ada warga Indonesia yang mengalami atau ikut menjadi korban.
"Kita tentu sangat serius memperhatikan nasib warga negara kita. Memang aksi massa itu hanya terjadi pada titik-titik tertentu saja," tutup Faizasyah.
Informasi terakhir korban tewas bentrokan antara tentara dengan massa Red Shirts, pendukung mantan PM Thaksin, meningkat menjadi 18 orang. Selain itu 800 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Hal ini tercatat sebagai kekerasan politik terburuk dalam 18 tahun terakhir.
(ndr/Rez)











































