Lewat siaran televisi lokal, Abhisit menyatakan kesedihannya atas korban tewas yang terus berjatuhan. Dia juga menyatakan bersedia berdialog dengan demonstran. Akan tetapi, dia tidak setuju dengan permintaan tidak masuk akal dari demonstran yang menuntut dia mundur.
Abhisit menambahkan, pemerintah sudah sangat sabar dalam menghadapi demonstran yang bersikeras meningkatkan tekanan yang memaksa pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, korban tewas bentrokan antara tentara dengan massa Red Shirts meningkat menjadi 18 orang. Selain itu 800 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Hal ini tercatat sebagai kekerasan politik terburuk dalam 18 tahun terakhir.
(Rez/her)











































