Seperti dilansir Reuters, Minggu (11/4/2010), kejadian ini merupakan aksi kekerasan terbesar dalam 18 tahun terakhir pemerintahan di Bangkok, Thailand.Β Sedikitnya 521 orang, termasuk 64 tentara dan polisi yang terluka.
"12 Orang tewas, termasuk 3 tentara," tutur pejabat kesehatan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, negara asing juga mulai ikut bereaksi terhadap aksi ini. Amerika Serikat (AS) meminta Thailand untuk bernegosiasi dengan para demonstran guna mencari solusi damai dalam kasus ini.
"Kami berharap kekerasan politik di Thailand dapat segera berhenti," kata juru bicara Gedung Putih, Mike Hammer.
Sebelumnya, para demonstran demonstran antipemerintah berkaus merah tersebut mengepung sebuah markas militer di Bangkok. Akibatnya, para tentara menggunakan water cannon untuk membubarkan massa pendukung mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra itu.
(mad/mad)











































