Markus Palsu Ditangkap, Markus Asli Masih Berkeliaran

Markus Palsu Ditangkap, Markus Asli Masih Berkeliaran

- detikNews
Sabtu, 10 Apr 2010 06:10 WIB
Markus Palsu Ditangkap, Markus Asli Masih Berkeliaran
Jakarta - Andris Ronaldi (37), pria yang mengaku sebagai makelar kasus (markus) dalam sebuah tayangan di TVOne ditangkap dengan mudah oleh tim Mabes Polri pada Rabu (7/4/2010) siang. Andris dijadikan tersangka karena melakukan pembohongan publik dan menghina institusi polri.

Polisi mengatakan, tidak sulit menangkap Andris. Sebabnya, Andris sudah diintai dan diburu polisi selama beberapa minggu. Lalu bagaimana dengan markus asli? Benarkah lebih sulit ditangkap ketimbang markus palsu?

"Kalau markus asli memang sulit ditangkap karena markus itu tidak bekerja di ruangan. Ia juga ada yang melindungi," kata pengamat kepolisian Alfons Loemau kepada detikcom, Jumat (9/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Alfons, markus asli sangat lihai bermain dan memposisikan diri dari ancaman. Bahkan, dalam berpraktek, markus asli selalu menggunakan cara-cara yang sulit terdeteksi.Β 

"Cara-caranya juga lihai. Namanya juga negosiator ulung," jelasnya.

Meski telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus markus pajak, namun Polri belum juga berhasil membongkar aktor intelektual dibalik kasus Gayus Tambunan. Siapa gerangan 'pemain utama' dalam kasus markus pajak Gayus Tambunan masih misterius bahkan nyaris tak terendus.

Mencopot Brigjen Pol Edmon Ilyas dari Kapolda Lampung dan menonaktifkan sejumlah penyidik dari jabatannya memang suatu sikap Polri yang patut diapresiasi. Namun, jaringan markus tetap tidak bisa dibendung jika sang 'sutradara' masih bebas berkeliaran. Hal itu berlaku juga di institusi kejaksaan hingga institusi peradilan.

Dalam pertemuan dengan Komisi III DPR, Komjen Pol Susno Duadji kembali membuat geger. Susno menegaskan kembali tudingannya terkait adanya markus utama berinisial SJ yang sering membantu agar suatu kasus bisa 'diamankan'. SJ ditengarai dekat dengan mantan Wakapolri MP.

"Nah, itulah seharusnya polisi jangan hanya menangkap markus palsu tapi markus beneran harus bisa ditangkap. Nanti jangan malah kebalik-balik," kata Dosen PTIK, Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom secara terpisah.
(ape/ape)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads