Demikian disampaikan Deputi Staf Khusus Presiden, Setiyardi, dalam jumpa pers bersama Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantor Kementerian BUMN, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
"Akan ada alokasi dana dari dana CSR BUMN untuk bantuan rumah bagi para janda perintis kemerdekaan tersebut," kata Setiyardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nantinya bukan untuk kedua janda itu saja, tetapi semua janda pahlawan perintis kemerdekaan. Kita sudah bicara dengan Kementerian BUMN mengenai nilai dana CSR, lokasi, bentuk distribusinya dan sebagainya," ungkap Setiyardi.
Namun demikian, sambung Setiyardi, kebijakan ini tidak otomatis menghentikan proses hukum terhadap Soetarti dan Rusmini yang sedang bergulir di pengadilan. Proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Β
"Mengingat sudah masuk ranah hukum presiden tidak bisa intervensi. Biarkan hukum berjalan dulu dan mereka tetap di rumah itu. Kalaupun nanti kedua janda itu kalah, maka negara sudah siapkan rumah. Kita harapkan semua pihak berharap bisa bersikap bijak dalam kasus ini," ujar Setiyardi.
Menurut Setiyardi, langkah ini merupakan bukti komitmen presiden atas kasus kemanusiaan. Kantor staf khusus presiden bekerja sama degan berbagai pihak terkait, saat ini sedang mendata janda-janda pahlawan lain yang masih hidup tapi belum mempunyai rumah.
"Data itu akan kita verifikasi sehingga valid, misalnya ada berapa banyak janda pahlawan juga bagaimana distribusinya. Tentu saja rumah itu akan kita siapkan secara bertahap dan tidak mungkin di 1 lokasi yang sama," ujar Setiyardi.
Sementara itu Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, mengatakan selama ini BUMN melalui PT ASABRI sedang menyiapkan 1000 unit rumah untuk pensiunan TNI dan Polri. Kementerian BUMN dan PT Jamsostek juga sedang membangun rumah susun sewa (Rusunawa) untuk para pekerja di Batam.
"Mengenia janda yang sedang berperkara itu, kita persilakan tempati rumah itu sampai masalah selesai. Kita berikan ketentraman dulu, jadi silakan saja tempati dahulu selama proses hukum masih berjalan," ungkap Mustafa.
(djo/djo)











































