Dalam aksi ini, massa dihalang-halangi oleh tentara dan polisi antihuru-hara dengan menggunakan gas air mata dan water cannon. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (9/4/2010).
Diperkirakan sekitar 12 ribu demonstran berkumpul di luar gedung stasiun untuk mengupayakan agar saluran TV antipemerintah PTV bisa kembali mengudara. Sempat terjadi ketegangan antara demonstran dengan ribuan personel keamanan. Sebagian demonstran berhasil masuk ke halaman Thaicom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa 'Red Shirts' tidak mempedulikan status keadaan darurat di Bangkok yang telah diumumkan PM Abhisit Vejjajiva. Para demonstran bertekad akan terus melakukan aksi demo di Bangkok.
Aksi unjuk rasa besar-besaran ini telah berlangsung hampir satu bulan. Demonstran menuntut Abhisit untuk mundur dan segera mengadakan pemilihan umum.
(ita/nrl)










































