Buntut insiden itu, diplomat Qatar itu akan segera dipulangkan ke negaranya. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir Reuters, Jumat (9/4/2010).
Juru bicara kedutaan Qatar di Washington, Alison Bradley mengatakan, al-Madadi kembali ke Washington pada Kamis, 8 April setelah sempat ditahan polisi untuk ditanyai seputar insiden United Airlines tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Madadi ditahan setelah kedapatan merokok di dalam toilet pesawat. Saat dikonfrontir polisi-polisi udara AS, pria berusia 27 tahun itu berkata bahwa dirinya mencoba "membakar sepatunya". Gara-gara komentar itulah, al-Madadi sempat dikira akan mencoba meledakkan bom sepatu.
Gara-gara ulah al-Madadi tersebut, dua jet tempur F-16 sampai dikerahkan untuk mengejar dan mengawal pesawat United Airlines hingga mendarat dengan selamat di bandara Denver.
Merokok dilarang di penerbangan-penerbangan komersial AS dan bisa dikenai hukuman berat. Namun pejabat-pejabat AS mengatakan, al-Madadi yang memiliki kekebalan diplomatik tidak akan diadili karena merokok.
(ita/nrl)











































