"Itu (cek ke Mabes Polri) salah satu langkah kita," kata General Manager News and Sports TVOne, Totok Suryanto, pada detikcom, Jumat (9/4/2010).
Totok telah berkomunikasi dengan Mabes Polri. Namun, belum ada kesepakatan di antara keduanya untuk bertemu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Totok menegaskan, TVOne tidak mungkin melakukan rekayasa dalam melakukan penyiaran narasumber tersebut. TVOne adalah lembaga pemberitaan yang menjunjung kaidah jurnalistik.
"Kami tidak pernah melakukan rekayasa," tegasnya.
Pada tayangan Apa Kabar Indonesia 18 Maret lalu, TVOne menghadirkan narasumber 'Roni' yang mengaku sebagai markus. Namun, belakangan Polri mengklaim bahwa 'Roni' yang diwawancari presenter Indy Rahmawati adalah markus jadi-jadian.
Setelah polisi menangkap 'Roni' di Kelapa Gading Rabu 7 April lalu, 'Roni' kemudian 'bernyanyi'. Kepada polisi, 'Roni' yang kemudian diketahui bernama lengkap Andrias Ronaldi, mengaku disuruh oleh IR sebagai markus dengan bayaran Rp 1,5 juta.
(mei/nrl)










































