Perjanjian nuklir tersebut disetujui setelah berbulan-bulan negosiasi alot antara pemerintah AS dan Rusia. Traktat ini merupakan pengganti traktat START sebelumnya tahun 1991.
Obama menyebut ini sebagai peristiwa luar biasa dan terobosan penting untuk upaya-upaya antiproliferasi nuklir dan bagi hubungan AS-Rusia yang kadang kala bersitegang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara penekenan traktat tersebut, Obama dan Medvedev juga mengingatkan Iran akan adanya sanksi-sanksi jika negara itu terus menolak menghentikan aktivitas pengayaan uranium.
"Saya telah sering mengatakan bahwa sanksi-sanksi kerap kali tidak berhasil, namun kadang-kadang itu perlu... Maka diperlukan sanksi yang cerdas, yang mampu mendorong perilaku benar," kata Medvedev seperti dilansir AFP, Jumat (9/4/2010).
Sebelumnya Obama telah mengumumkan perubahan kebijakan nuklir AS. Obama mengumumkan bahwa AS tidak akan melancarkan serangan nuklir terhadap negara yang tidak memiliki senjata nuklir. Namun Obama terang-terangan mengatakan bahwa hal itu tidak berlaku untuk Iran dan Korea Utara.
(ita/nrl)










































