"Ternyata tidaklah begitu mudah memilih pembantu saya, sebab banyak orang yang bagus dan pintar pintar, sementara tempatnya terbatas. Karena itu, bagi yang namanya disebut, jangan sombong dan pongah," kata Megawati.
Hal itu disampaikan Mega saat menyampaikan pidato politik pasca pelantikan pengurus baru di Hotel Inna Grand Bali Beach, Kamis (8/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai ketua umum partai, saya akan terus memasukkan kader terbaik. Karena itu, saya akan terus melakukan evaluasi. Bagi yang namanya tercantum hanya untuk menempel nama, akan dikenai disiplin partai," ancamnya.
Soal regenerasi, Mega menambahkan, sebagai ketua umum, dia akan menggunakan seluruh kewenangan dan kewibawaan yang dimiliki untuk memastikan regenerasi dan program partai berjalan.
"Karena itu, kepada sesama generasi saya serukan, marilah kita menyiapkan dengan sebaik-baiknya proses alih generasi yang pasti akan tiba ini. Marilah kita bersama-sama menciptakan lingkungan politik yang memungkinkan tunas-tunas baru dapat tumbuh, berkembang dan mencapai tingkat keindahannya dalam 5 tahun ke depan," tegasnya.
Mega mengakhiri pidatonya dengan mengutip nasehat Bung Karno kepada dirinya. "Ingatlah pesan Bung Karno, jangan setengah-setengah! Siapa tidak mau, hancur lebur, harus berjuang mati-matian, berjuang membanting tulanglah seperti 'bukan manusia lagi'. erjuang mati-matianlah dan membanting tulanglah habis-habisan seolah-olah kita ini malaikat-malaikat yang menyerbu dari langit," pungkas Mega. (yid/anw)











































