Pencurian BBM Pertamina Kembali Terjadi di Medan

Pencurian BBM Pertamina Kembali Terjadi di Medan

- detikNews
Kamis, 08 Apr 2010 18:05 WIB
Medan - Pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan modus mengebor pipa distribusi milik PT Pertamina kembali terjadi Medan, Kamis (8/4/2010) sore. Akibatnya aktivitas pembongkaran BBM dari kapal tanker terpaksa dihentikan.

Asisten Customer Relation, External RelationΒ  PT Pertamina Region IΒ  Rustam Aji menyatakan, kebocoran itu diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Waktu itu kapal tanker MT Gandari yang membawa muatan BBM dari Batam sedang bongkar muatan premium di Pelabuhan Belawan. Titik kebocoran berada di area Palu Puntung, Kampung Kurnia, Belawan, Medan.

"Begitu mengetahui adanya kebocoran, proses pemompaan BBM melalui pipa distribusi itu langsung dihentikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah, seperti kebakaran, maupun potensi pencemaran lingkungan," kata Rustam Aji di kantornya Jl. Yos Sudarso, Medan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penanganan kebocoran dilakukan tim teknis Instalasi Medan Group (IMG). Proses menutup pipa yang bocor dengan cara klem, masih berlangsung hingga pukul 18.00 WIB tadi. Dikatakan Rustam, segera setelah proses klem diselesaikan, distribusi akan dilanjutkan. Kendati ada gangguan dalam proses bongkar BBM ini, secara keseluruhan sistem operasi Pertamina tetap berjalan dengan baik, dan tidak akan ada masalah ketersediaan BBM di Sumatera Utara (Sumut).

Pipa distribusi BBM Pertamina berdiameter sekitar 12 inchi dan panjangnya mencapai tujuh kilometer. Pipa itu berfungsi untuk mengalirkan BBM yang dibongkar dari kapal yang sandar di Pelabuhan Belawan menuju tangki timbun di IMG. Kasus pencurian BBM dengan cara mengebor pipa distribusi Pertamina sudah seringkali terjadi. Pelaku yang diduga terorganisir dalam melakukan aksinya. Pada tahun 2010 ini saja telah terjadi 19 kali pembocoran pipa. Sementara pada tahun 2009 terjadi 49 kali pembocoran pipa.

"Pertamina sudah berupaya melakukan pengamanan jalur pipa distribusi ini bekerjasama dengan pihak kepolisian maupun TNI Angkatan Laut. Hal ini dilakukan mengingat potensi masalah yang ditimbulkan dapat membawa bahaya berupa kebakaran hingga terganggunya operasi penyediaan BBM yang dapat membuat krisis BBM di Sumut," kata Rustam.
(rul/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads