Menurut Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov, kerja sama anti teror ini akan diwujudkan dalam bentuk hubungan antar pemerintah dan di tingkat masyarakat. Pemerintah kedua negara kini sedang menyusun orang-orang yang akan duduk dalam working group Indonesia-Rusia.
"Ada militer dan badan-badan lain yang ikut dalam working group ini," kata Ivanov di kediamannya, Jl Karet Pedurenan, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa saja dari Rusia belajar di Indonesia, atau dari Indonesia belajar di Rusia," kata Ivanov.
Sementara di tataran masyarakat, dialog antar agama juga menjadi resep yang sudah beberapa kali berjalan. Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, menurut Ivanov sudah memberikan pernyataan kepada publik Rusia bersama Mufti Rusia, Ravil Gaynutdin, terkait bom Moskow.
"Mereka menegaskan, aksi bom bunuh diri adalah terorisme dan tidak ada hubungannya dengan Islam, dan tindakan ini pun bukan syahid," pungkasnya.
(fay/lh)











































