Pantauan detikcom, pedagang dadakan terlihat memadati jalan menuju lokasi acara di Hotel Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali. Ada yang sekedar lesehan di trotoar, ada juga yang memanfaatkan tenda-tenda yang panitia sediakan.
Barang yang mereka jajakan adalah kerajinan tangan khas Bali dan beberapa souvenir kenang-kenangan kongres. Para peserta dan penggembira kongres yang sebagian besar dari luar Bali, tidak melewatkan kesempatan berburu oleh-oleh untuk dibagikan kepada sanak keluarga dan koleganya di kampung halaman.
Salah satu di antaranya adalah Andi, kader PDIP dari Sulawesi Selatan. Pria muda ini memborong kaos bertuliskan Kongres III PDIP sebagai oleh-oleh bagi kader lain PDIP yang tidak dapat hadir langsung di Bali.
"Saya beli 30 kaos, semua untuk kader-kader PDIP yang titip kepada saya. Teman saya juga beli banyak. Saya juga harus membelikan untuk saudara anak-anak," ujar Andi di 'kesibukannya' memilih kaos.
Demikian juga dengan Agus yang terlihat serius memilih kaos berlogo PDIP. Penggembira asal Malang ini mengaku kurang sreg jika tidak membawa oleh-oleh untuk teman dan keluarganya yang ditinggalkannya selama kongres.
"Untuk oleh-oleh, kasihan yang ditinggal kalau tidak dibelikan. Sekalian kenang-kenangan bahwa saya pernah ikut kongres PDIP di Bali," ujarnya.
Berwisata
Sementara itu di Pantai Sanur, terlihat kader PDIP bersantai di sana lebih banyak di banding hari-hari sebelumnya. Lokasi pantai yang tepat di belakang hotel, membuatnya menjadi lokasi favorit peserta kongres untuk melepas lelah.
"Ini kan hari terakhir dan sebentar lagi mungkin pelantikan pengurus, ya kita maksimalkan sisa waktu untuk berlibur dulu. Kemarin kan kita masih ikut sidang-sidang," kata Albert kader PDIP dari Papua.
Selain Pantai Kuta dan sejumlah beberapa lokasi wisata lain di sekitar Sanur juga tidak sepi dari kader PDIP. Banyak juga peserta kongres yang
memanfaatkan fasilitas massage yang tersebar di kota Denpasar.
(yid/lh)











































