"Waktu yang tepat untuk penarikan itu adalah dalam dua hingga tiga tahun mendatang," kata pejabat Pentagon, James Miller pada konferensi pers di Washington seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/4/2010).
Dikatakan Miller, pemerintah AS telah melakukan 'konsultasi mendalam' dengan sekutu-sekutu AS termasuk Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengenai keputusan untuk mempensiunkan Tomahawk, yang dalam jargon militer dikenal sebagai TLAM-N.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diimbuhkan pejabat Pentagon itu, AS punya sistem berkemampuan nuklir lainnya untuk melindungi Asia timur laut, seperti rudal balistik antar benua dan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam.
Pemerintahan Obama pada Selasa, 6 April waktu setempat telah mengumumkan perubahan kebijakan nuklir AS. Berdasarkan perubahan kebijakan ini, AS tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-nuklir meskipun jika negara itu menyerang AS dengan senjata kimia atau biologi. Namun hal ini tidak berlaku bagi negara-negara yang melanggar atau tidak menandatangani Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT) seperti Korea Utara dan Iran.
(ita/nrl)











































