Hiruk pikuk mewarnai penetapan ketua umum terpilih di ruang sidang utama Kongres III PDIP, Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Kamis (8/4/2010).
"Apakah bisa disepakati?" kata pimpinan sidang Frans Lebu Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utusan dari Papua sempat menginterupsi penetapan ketum tersebut. Ia meminta sebelum ditetapkan, sebaiknya kongres menyanyakan kembali kesediaan Megawati lebih dulu. Di DPD Papua, ada 4 DPC yang mendukung pencalonan Guruh Soekarnoputra.
Namun demikian, interupsi itu tidak begitu didengar. Sebab mayoritas peserta sudah berteriak agar pimpinan sidang memukul palunya.
"Mari kita baca baik-baik tata tertib kita Bab X tentang tata cara pemilihan dan penetapan ketua umum. Pasal 19 ayat 1, 2, 3 dan 4," kata Frans dengan maksud penanyaan kesediaan itu tidak diatur dalam tatib.
(lrn/gah)











































